Anak Magang

Saat ini ada anak magang yang diperbantukan ke seksi saya. Luar biasa rajin bekerja, tetapi itu bukan hal yang aneh karena saat magang dulupun saya juga melakukan hal sama (baca: selalu lapar dan haus pekerjaan).

Pada sore hari, satu jam sebelum pulang, seorang anak magang yang lain datang ke ruangan saya. “Ada pekerjaan yang bisa saya bantu mas?” ucapnya, wajahnya terlihat tulus, serius, dan polos. Memandang wajahnya saya seperti melihat bayangan wajah saya sendiri berapa ratus tahun yang lalu.

Ketika saya ceritakan hal ini teman seruangan menimpali, dahulu saat magang produktifitas kerjanya juga luar biasa. Cukup sulit, untuk tidak dikatakan mustahil, dilakukan saat ini setelah menjadi pegawai.

Orang memang menjadi tua dan lebih lemah seiring bertambahnya waktu, tapi untuk kasus ini sepertinya bukan karena umur. Pada twenty six my age dan status pegawai (dengan gaji full) seharusnya produktifitas anak magang tidak ada apa-apanya. Aih, sayangnya ‘seharusnya’ seringnya tidak sama dengan realita.

Advertisements