Pajak ver. 2.0

Saya beruntung diterima sebagai pegawai pajak pasca reformasi birokrasi. Bukan hanya soal remunerasinya, tetapi juga ketenangan bekerja. Saya merasa institusi tempat saya bekerja sudah banyak berubah.

Apakah kamu rela membayar pajak?

Terlepas dari apapun jawabannya saya berkomitmen untuk membantumu. Bukan dengan menjadi calo dan meminta fee. Saya akan mencoba membagi sedikit hal tentang pajak saat ini, pajak ver.2.0

Saya akan senang sekali jika ada yang bertanya. 🙂

Membawa Gitar Ke Kantor

Tadi sore saya berpikir untuk membawa gitar ke kantor. Bukan karena ada pentas atau acara nyanyi-nyanyi (toh saya juga belum bisa ngiringin orang nyanyi) tapi karena ingin memainkannya saat jenuh.

Iya rumah saya dekat kantor, tetapi akhir-akhir ini pekerjaan banyak sekali. Untuk beranjak dari kursi kerja malas rasanya. Kalau bisa hal lain dikerjakan tanpa beranjak, termasuk main gitar untuk menghilangkan bosan, biar cepat kembali ke komputer dan bekerja.

Tapi kalau itu saya lakukan artinya saya tidak bisa memperlakukan waktu dengan baik.

Jam kantor, jam istirahat, dan jam pulang harus dihargai selagi bisa. Selama bisa istirahat di rumah kenapa mesti tinggal di kantor? selama bisa pulang tepat waktu kenapa lembur? selama bisa kenapa tidak, kan? 😀

 

Andai Saya menjadi… #2

Andai saya menjadi satpam maka, maka, apa ya?

ya seperti biasa, jaga di pos, menunggu gajian barang dan inventaris kantor. Dari pagi sampai sore, saat mendapat tugas malam berarti malam sampai pagi.

Tetapi jangan kira itu membuat saya bertekad supaya anak saya tidak menjadi satpam, justru sebaliknya. Besok anak saya yang harus meneruskan sejarah kesatpaman saya di kantor, kalau tidak anak ya keponakan, atau yang penting masih saudara.

Menjadi satpam itu fluke. Harus diwariskan.

 

 

Andai Saya Menjadi.. #1

Andai saya menjadi CS (baca: cleaning service) maka saya akan melakukan apapun supaya kelak anak saya menjadi PNS. Kalau cuma membayar puluhan juta supaya ketrima pasti akan saya carikan hutangan.  Jangankan puluhan, ratusan juta pun masih akan saya pertimbangkan asalkan pasti diangkat.

Saya lihat menjadi PNS itu enak.

Lantai yang mereka injak selalu bersih karena saya pel setiap pagi. Gelas mereka selalu terisi air putih yang saya siapkan.

Dan mereka cukup duduk di depan komputer, dari pagi sampe sore, senin hingga jum’at. Mudahkan?

 

 

Berkas Adalah Belahan Jiwa PNS

Setiap PNS harusnya malu kalau tidak bisa menemukan berkas di biliknya. Kalau perlu bunuh diri jika berkas yang diterima raib dan tidak bisa diketemukan. Karena berkas adalah belahan jiwa PNS.

Bukannya bermaksud sok puitis, penggunaan kata belahan jiwa ini semata-mata merujuk pada kenyataan bahwa dari jam 07.30 sampai 17.00 berkas lah yang selalu diurusin oleh PNS.

PNS yang jago ngurusin berkas adalah PNS yang memahami keberuntukan profesinya.

Berkat berkas, bos lebih mengenal saya dibandingkan rekan sejawat. Yah, berapa waktu lalu sebuah berkas penting pernah saya hilangkan. Okey, bagi PNS, beware of berkas !